Dua Pengurus KONI Lampung Tengah Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah 2022

Lampung Tengah (Ungkap Tipikor) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Tengah menetapkan dua orang pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah tahun anggaran 2022.

Kedua tersangka berinisial DW dan ES, masing-masing menjabat sebagai ketua dan bendahara Koni Lampung Tengah.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lamteng Alfa Dera mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi lebih dari dua alat bukti yang cukup.

“Hari ini kami resmi menetapkan dua tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana hibah KONI tahun 2022,” kata Alfa saat konferensi pers, Senin, 28 Juli 2025.

Penanganan kasus ini merupakan bagian dari komitmen kejaksaan dalam mewujudkan penegakan hukum yang bersih dan transparan.

Kejari Ingatkan Jangan Ganggu Proses Hukum

Alfa Dera menegaskan, pihaknya akan menindak tegas jika ada pihak-pihak yang mencoba mengintervensi proses penyidikan.

Pihaknya menegaskan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang mencoba menghambat penyidikan.

Dalam hal ini, Alfa menghimbau semua pihak bersikap kooperatif dan tidak mengintervensi atau mempengaruhi jalannya penyidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Apabila ada pihak yang mencoba menggiring opini, menghalangi penyidikan, atau melakukan tindakan yang dikategorikan sebagai obstruction of justice, kami tidak akan ragu melakukan tindakan hukum sesuai aturan,” tegas Alfa.

Hal tersebut disebut sebagai bentuk perlindungan terhadap integritas proses hukum dan komitmen Kejari Lampung Tengah untuk terus bekerja profesional, independen, serta mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Kerugian Negara Capai Rp1,1 Miliar

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Median Suwardi menjelaskan, penyidikan menemukan adanya dugaan manipulasi laporan pertanggungjawaban dana hibah yang dilakukan kedua tersangka.

“Pencairan dana tidak bisa dilakukan tanpa tanda tangan keduanya. Mereka punya peran vital dalam pengelolaan dana hibah,” jelasnya.Ia menjelaskan, penanganan perkara ini telah masuk ke tahap penyidikan sejak tahun 2024, meskipun kasusnya terjadi pada tahun 2022.

(Him)

  • Related Posts

    September 2026 Jadi Momentum SMAN 9 Bengkulu Selatan, Kepala Sekolah Dorong Siswa Menatap Masa Depan

    BENGKULU SELATAN (Ungkap Tipikor) — September 2026 menjadi momentum bagi SMAN 9 Bengkulu Selatan untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berprestasi, kreatif, dan memiliki kesiapan menghadapi…

    Polsek Seputih Banyak Gelar Yasinan Bersama Warga, Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas

    Lampung Tengah (Ungkap Tipikor) — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan jajaran Polsek Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah. Salah satunya melalui kegiatan rutin pembacaan Surat Yasin bersama…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *