BONDOWOSO (Ungkap Tipikor) – Muncul dugaan kuat adanya praktik pembengkakan biaya (markup) dan penyimpangan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2024 di SMP Negeri 2 Bondowoso. Ketidaksesuaian nilai, lonjakan yang tidak wajar, serta pencatatan ganda pada pos pembayaran honor menjadi indikasi utama penyimpangan yang merugikan keuangan negara.
Sekolah menerima total alokasi sebesar Rp 321.320.000 untuk 554 siswa, yang dicairkan dalam dua tahap, yaitu pada 18 Januari 2024 dan 12 Agustus 2024.
DATA PERBANDINGAN & INDIKASI KETIDAKWAJARAN
| Komponen Penggunaan | Pencairan I (18 Jan) | Pencairan II (12 Ags) | Total Tercatat | Dugaan Penyimpangan |
|---|---|---|---|---|
| Penerimaan Peserta Didik Baru | Rp 410.700 | Rp 1.411.920 | Rp 1.822.620 | Wajar namun perlu verifikasi bukti pelaksanaan |
| Pengembangan Perpustakaan | Rp 47.219.000 | Rp 0 | Rp 47.219.000 | Tidak ada kelanjutan padahal kebutuhan masih ada |
| Kegiatan Pembelajaran & Bermain | Rp 34.014.100 | Rp 91.588.800 | Rp 125.602.900 | Lonjakan drastis, diduga markup bahan dan perlengkapan |
| Kegiatan Asesmen/Evaluasi | Rp 6.733.200 | Rp 7.573.200 | Rp 14.306.400 | Cukup wajar |
| Administrasi Sekolah | Rp 21.062.805 | Rp 48.463.220 | Rp 69.526.025 | Selisih besar, perlu bukti rincian biaya |
| Pengembangan Profesi Guru | Rp 0 | Rp 0 | Rp 0 | Tidak ada alokasi padahal wajib |
| Langganan Daya & Jasa | Rp 25.956.679 | Rp 26.846.283 | Rp 52.802.962 | Sesuai kebutuhan dasar |
| Pemeliharaan Sarpras | Rp 62.836.500 | Rp 68.096.500 | Rp 130.933.000 | Total ratusan juta, diduga markup harga material/upah |
| Penyediaan Alat Multimedia | Rp 41.847.000 | Rp 0 | Rp 41.847.000 | Tidak ada di tahap kedua |
| Pembayaran Honor | Rp 80.280.000 | Rp 78.300.000 | Rp 158.580.000 | Dicatat ganda, total fantastis, tidak sesuai aturan BOS |
| Total Tercatat | Rp 320.359.984 | Rp 322.279.923 | Rp 642.639.907 | Selisih alokasi dan penggandaan nilai sangat mencurigakan |
INDIKASI UTAMA PENYIMPANGAN
- Pos Pembayaran Honor Dicatat Ganda: Pada kedua tahap pencairan tercantum pos “Pembayaran Honor” dua kali, dengan total mencapai hampir Rp 160 juta. Padahal aturan Dana BOS melarang keras penggunaan dana untuk membayar honor tetap atau gaji, serta tidak boleh dicatat berulang kali.
- Lonjakan Tidak Wajar Pembelajaran & Bermain: Naik lebih dari dua kali lipat tanpa penjelasan penambahan kegiatan yang signifikan.
- Pemeliharaan Sarpras Membengkak: Total lebih dari Rp 130 juta, namun belum jelas bukti fisik pekerjaan dan kesesuaian harga pasar.
- Selisih Pencatatan Mencurigakan: Total pengeluaran tercatat jauh melebihi alokasi dana yang diterima.
DASAR HUKUM YANG DILANGGAR
- Permendikdasmen tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS 2024: Wajib akuntabel, tepat sasaran, harga wajar, dan dilarang untuk honor tetap.
- UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara: Larangan penyimpangan anggaran dan pemalsuan pencatatan.
- UU Tipikor No. 31 Tahun 1999 jo. No. 20 Tahun 2001: Ancaman pidana penjara jika terbukti merugikan negara.
TUNTUTAN
Masyarakat mendesak Inspektorat Daerah, BPK Perwakilan Jatim, serta Dinas Pendidikan Bondowoso segera melakukan audit menyeluruh, memeriksa bukti fisik, meminta pertanggungjawaban tegas pengelola anggaran, dan menjatuhkan sanksi berat jika terbukti bersalah.
(TIM)






