Jeneponto – SulSel (Ungkap Tipikor) – Semangat anti Narkoba adalah gerakan kolektif untuk menolak, mencegah, dan memberantas penyalahgunaan narkotika demi menyelamatkan generasi bangsa.
Gerakan ini dilakukan SMAN 2 JENEPONTO yang beralamat di Jalan Daud Dg. Lili No. 17 Tenetea, Bontotangnga, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, yang dikepalai oleh IBU HASMILA HAMID, selaku Kepala Sekolah.
Beliau mengatakan pentingnya kesadaran, edukasi, dan tindakan preventif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba (BERSINAR).
Berikut adalah poin-poin penting dalam membangun semangat anti narkoba:
1. Deklarasi dan komitmen bersama:
Menggelorakan semangat perlawanan melalui komitmen bersama, seperti yang dilakukan oleh instansi pemerintah (BNN) dan masyarakat untuk memerangi peredaran gelap narkotika.
2. Mencegah sejak dini:
Menanamkan nilai-nilai anti narkoba sejak dini, contohnya melalui gerakan SMAN 2 JENEPONTO, Jalan Daud Dg. Lili No. 17 Tenetea, Bontotangnga, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, aksi nasional anti narkotika dimulai dari anak bersih narkoba di tingkat PAUD sekolah.
3. Peran aktif generasi muda:
Mengajak remaja, wabil khusus SMAN 2 JENEPONTO, Jalan Daud Dg. Lili No. 17 Tenetea, Bontotangnga, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, untuk aktif menjadi duta anti narkoba, menjauhi narkoba, dan berpartisipasi serta bergaul tanpa narkoba.
4. Kampanye kreatif:
Menggunakan berbagai media kreatif seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan lain-lain dengan slogan “Jauhi narkoba, dekati Sang Pencipta.” untuk menyebarkan pesan anti narkoba.
Peran orang tua dan lingkungan:
Menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, sehat, dan komunikatif serta mengawasi pergaulan anak untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.
Slogan motivasi:
- “Jauhi narkoba sebelum dunia menjauhimu.”
- “Generasi sehat, Indonesia hebat: Katakan tidak pada narkoba.”
- “Bahagia tanpa narkoba.”
Semangat ini bertujuan untuk melindungi generasi muda dari dampak yang merugikan diri sendiri, karena narkoba bisa mempengaruhi organ tubuh dan menyebabkan gangguan mental.
Ujar IBU HASMILA HAMID.
(Tim Red)





