Bengkulu Utara (Ungkap Tipikor) – Upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan kembali diwujudkan melalui program Revitalisasi Sekolah Menengah pertama (SMPN). Sebagai bukti nyata, SMPN 22 Bengkulu Utara telah mendapatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tahun 2025.
Proyek dengan nilai kontrak Rp…………..
Adapun pekerjaan ditargetkan selesai dalam kurun waktu 120 hari kalender, dengan pelaksanaan dipercayakan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan di SMP NEGERI 22 Bengkulu Utara Bengkulu dan mengutamakan pekerja dari Masyarakat sekitar sekolah dan orang tua siswa siswi yang mau dan ikut dalam pengerjaan proyek dan dengan upah yang sesuai dengan standar rap pembangunan revitalisasi
bapak EKO WAHYULIANTO S.PD kepala sekolah SMP NEGERI 22 Bengkulu Utara menyampaikan bahwa revitalisasi pembangunan gedung sekolah ini akan di wujutkan di beberapa aitem dan sudah hampir selesai tanpa halangan apapun dan kendala apapun karena pekerja nya sudah sangat profesional dalam bidang nya kepala sekolah guru dan semua ikut berpartisipasi dan memantau berjalan pembangunan supaya tidak mengecewakan
Selain untuk beberapa pembangunan gedung, kata
bapak EKO WAHYULIANTO S.PD,
” Saya ucapkan terima kasih atas bantuan revitalisasi yang diberikan pemerintah pusat melalui anggaran APBN tahun 2025 ini. Semoga program ini bisa bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan,”terang
Bapak EKO WAHYULIANTO S.PD
Ia juga menilai, proyek ini akan sangat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa. Dampak positif lain, lanjut bapak EKO WAHYULIANTO S.PD, revitalisasi gedung SMP NEGERI 22 Bengkulu Utara ini, dipastikan akan meningkatkan fasilitas pendidikan menjadi lebih memadai, serta peningkatan kualitas lulusan yang lebih kompetitif karena didukung dengan lingkungan belajar yang modern.
Selain itu, revitalisasi ini juga mampu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui proyek pembangunan dan menambah jaringan serta reputasi sekolah di lingkungan sekitar.
“Revitalisasi ini, selain memberikan dampak positif berupa peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia, juga penciptaan lapangan kerja serta peluang ekonomi lokal bagi masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Desa Bengkulu Utara pada akhirnya program ini berkontribusi pada kemajuan ekonomi masyarakat secara lebih luas,”tandasnya.
(Tim)






