KESADARAN DAN KESABARAN MODAL UTAMA GURU DI ERA DIGITAL SEPERTI BAPAK MARADONA YANG MENJADi PANUTAN BAGI SISWA SISWI DAN DEWAN GURU

Pardasuka, Pringsewu, Lampung (Ungkap Tipikor) – Menjadi seorang guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa yang membutuhkan kesadaran dan kesabaran. Di era digital yang penuh dinamika, kedua hal ini semakin penting. Perkembangan teknologi yang pesat memberikan banyak kesempatan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pardasuka Pringsewu, Bapak Maradona memiliki peran sebagai pemimpin sekaligus pemandu dalam menghadapi kompleksitas dunia digital yang dihadapi oleh generasi muda saat ini.

Teknologi digital seperti internet, media sosial, dan perangkat pintar telah mengubah wajah pendidikan secara mendasar. Di satu sisi, internet menyediakan sumber pengetahuan dan bahan belajar yang tak terbatas. Namun, di sisi lain, potensi negatif dari era digital tidak bisa diabaikan. Informasi yang berlebihan kadang justru membingungkan siswa, terutama jika mereka tidak dibekali dengan kemampuan berpikir kritis.

Di sinilah pentingnya kesadaran seorang kepala sekolah. Bapak Maradona memberikan strategi yang tepat kepada para guru agar dapat membimbing siswa dalam memanfaatkan internet sebagai sumber informasi yang valid serta mengajarkan mereka cara menyaring informasi yang kredibel. Selain itu, beliau juga mengedukasi siswa mengenai dampak perilaku online, baik secara pribadi maupun sosial.

Bapak Maradona terus berusaha agar semua siswa di sekolahnya menyadari pentingnya proses dan eksplorasi dalam mencapai kemajuan pendidikan. Kesadaran dan kesabaran bukan hanya menjadi prinsip yang beliau pegang dalam menghadapi siswa, tetapi juga dalam menghadapi diri sendiri.

Sebagai seorang pemimpin, Bapak Maradona menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, penjaga, hingga siswa dan siswinya. Pada akhirnya, beliau mampu memberikan dampak yang mendalam bagi perkembangan peserta didik. Tidak hanya sebagai pendidik, Bapak Maradona juga menjadi mentor yang tidak hanya menyalurkan ilmu, tetapi juga membantu siswa-siswinya menemukan arah dan tujuan hidup di tengah derasnya arus teknologi. Pungkasnya. (Umar)

  • Related Posts

    DESAK APH TANGKAP OKNUM KEPALA SMP NEGERI 2 PONOROGO, DIDUGA KUAT ANGGARAN DANA BOS DIKORUPSI

    Ponorogo, Jawa Timur (Ungkap Tipikor) –Dana BOS di SMP NEGERI 2 PONOROGO, Jawa Timur, pada Tahun 2025 yang dicairkan oleh Bapak IMAM SAIFUDIN selaku oknum kepala sekolah, dicairkan secara 2…

    DESAK APH TANGKAP OKNUM KEPALA SMKN NGADIROJO, DIDUGA KUAT ANGGARAN DANA BOS DIKORUPSI

    Pacitan, Jawa Timur (Ungkap Tipikor) – Dana BOS di SMKN Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada tahun 2025 yang dicairkan oleh Bapak BANJIR selaku oknum kepala sekolah, dilakukan dalam dua…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *