HADIR DI SD NEGERI 51 KRUI PESISIR SELATAN PESIBAR,DI ERA BARU PENDIDIKAN: KURIKULUM 2025

Krui Pesisir Selatan (Ungkap Tipikor) – Di Tengah kemajuan zaman kemajuan industri menjadi pemicu dalam dunia pendidikan khususnya pembelajaran di sekolah dasar Setelah adaptasi bertahap dengan Kurikulum Merdeka yang menjadi fokus utama di tahun ajaran 2024/20205, dunia pendidikan di sekolah dasar khususnya di kec pesisir Barat ini tampaknya tak henti dalam berinovasi.

Kabar berhembus kencang mengenai potensi penerapan Kurikulum 2025 untuk jenjang Sd Negeri 51 Krui sebagai salah satu garda terdepan pendidikan di Sdn 51 Krui ini adalah SD negeri yang berlokasi di Jalan Bhayangkara No. 008, Pekon Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung .

PURYADI ,SPd selaku kepala sekolah dan juga selaku ketua KKKS Kecamatan pesisir selatan mengatakan yang bahwasannya dengan kurikulum 2025 ini tentu akan menjadi bagian dari gelombang perubahan ini.

Pada Kurikulum 2025 ini, kita membuktikan bagaimana perbedaannya dengan kurikulum yang kita kenal sebelumnya dalam hal ini PURYADI ,SP.d Menjelaskan bahwa

Mengapa Perlu Kurikulum Baru Lagi???

Percepatan teknologi, perubahan lanskap sosial, dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang menuntut sistem pendidikan untuk selalu beradaptasi. Meski Kurikulum Merdeka telah membawa angin segar dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan berpusat pada murid, evaluasi berkala dan upaya penyempurnaan adalah keniscayaan. Kurikulum 2025, jika diluncurkan, diharapkan menjadi respons terhadap tantangan-tantangan terkini, serta mengoptimalkan potensi generasi mendatang

Pilar Utama Kurikulum 2025: Lebih Personalisasi dan Adapti

Berdasarkan diskusi dan arah kebijakan pendidikan global, Kurikulum 2025 untuk SD diprediksi akan memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan Kurikulum Merdeka

Personalisasi Pembelajaran yang Lebih Mendalam

Kurikulum 2024 (Kurikulum Merdeka): Telah memperkenalkan diferensiasi pembelajaran, dimana guru menyesuaikan cara mengajar dengan kebutuhan siswa

Kurikulum 2025: Diprediksi akan melangkah lebih jauh. Setiap siswa akan memiliki “jalur belajar” yang lebih personal, didukung oleh platform digital dan kecerdasan buatan (AI) yang mampu menganalisis gaya belajar, kekuatan, dan area yang perlu dikembangkan masing-masing siswa. Penilaian formatif akan menjadi sangat dominan, bahkan diintegrasikan dalam setiap aktivitas belajar
Integrasi Teknologi dan Literasi Digital yang Holistik:

Kurikulum 2024 (Kurikulum Merdeka): Mendorong penggunaan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran dan pengembangan literasi digital dasar.

Kurikulum 2025: Integrasi teknologi akan menjadi tulang punggung kurikulum. Coding dasar, pemahaman AI sederhana, keamanan siber, dan penggunaan alat-alat digital untuk kreativitas dan pemecahan masalah akan menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap mata pelajaran, bukan hanya sebagai mata pelajaran terpisah

Penguatan Karakter Global dan Kepekaan Lingkunga

Kurikulum 2024 (Kurikulum Merdeka): Menekankan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, mandiri, bergotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.

Kurikulum 2025: Selain Profil Pelajar Pancasila, akan ada penekanan lebih kuat pada isu-isu global seperti perubahan iklim, keberlanjutan, dan inklusivitas sosial. Proyek-proyek berbasis masyarakat dan lingkungan akan lebih intensif, membekali siswa dengan kesadaran dan keterampilan untuk menjadi agen perubahan di tingkat lokal maupun global

Kurikulum yang Lebih Fleksibel dan Modular:

Kurikulum 2024 (Kurikulum Merdeka): Memberikan keleluasaan pada sekolah dan guru dalam merancang kurikulum operasional

Kurikulum 2025: Kemungkinan akan memperkenalkan modul-modul belajar yang lebih mandiri dan dapat diadaptasi. Ini akan memungkinkan sekolah untuk merespons kebutuhan spesifik komunitas mereka dengan lebih cepat, serta memungkinkan siswa untuk mempercepat atau memperlambat laju belajar mereka pada topik-topik tertentu

Pergeseran Peran Guru Menjadi Fasilitator Inovasi

Kurikulum 2024 (Kurikulum Merdeka): Menempatkan guru sebagai fasilitator yang membimbing siswa

Kurikulum 2025: Peran guru akan semakin berevolusi menjadi “desainer pengalaman belajar” dan “pelatih inovasi”. Guru akan lebih banyak berfokus pada pengembangan soft skills, kreativitas, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi, sementara sebagian pengetahuan dasar dapat diakses siswa melalui sumber digital.
Implikasi di SD Negeri 51
1 krui

Kurikulum 2025 benar-benar diterapkan, SD Negeri 51 Krui ini akan menghadapi tantangan sekaligus peluang besar. Peningkatan infrastruktur digital, pelatihan guru yang berkelanjutan dalam pemanfaatan AI dan personalisasi pembelajaran, serta penyusunan kurikulum operasional yang lebih adaptif akan menjadi prioritas.

Namun, diatas segalanya, tujuan utama Kurikulum 2025 adalah memastikan bahwa setiap lulusan SD Negeri 51 Krui tidak hanya memiliki dasar pengetahuan yang kuat, tetapi juga menjadi pembelajar sepanjang hayat, adaptif terhadap perubahan, kreatif, kritis, dan memiliki karakter yang mulia untuk menghadapi masa depan yang tak terduga. Kita nantikan bersama arah baru pendidikan ini dengan optimisme.pungkas nya.

(Indrawan)

  • Related Posts

    PERAN KEPALA SEKOLAH BENDAHARA SERTA DUKUNGAN MASYARAKAT SMP NEGERI 1 WATAMPONE DALAM MENCIPTAKAN DAN MEMELIHARA DISIPLIN SEKOLAH

    Bone, Sulawesi Selatan (Ungkap Tipikor) – Kepala Sekolah berasal dari dua kata yaitu Kepala dan Sekolah. Kata Kepala yang berarti pemimpin dan juga Sekolah yang berarti lembaga dimana kita menerima…

    DPRD Kota Metro Gelar Paripurna Penyampaian Raperda APBD 2026

    Kota metro (Ungkap Tipikor) – DPRD Kota Metro menggelar Sidang Paripurna Pengantar Nota Keuangan atas Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026, di Gedung DPRD Kota Metro, Senin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *